Jumat, 13 Maret 2015

Ada Api di dalam Laut??


Banyak sekali keajaiban-keajaiban yang telah ditunjukkan oleh Allah SWT kepada kita. Seperti halnya, api di dalam laut. Namun, apakah benar ada api di dalam laut?
                Api jika kita siram dengan air pasti akan mati. Tapi, mengapa api di dalam laut yang sejatinya terdapat di air yang amat sangat banyak, tidak bisa memadamkan api tersebut?

                Allah SWT berfirman yang artinya “Demi lautan yang di dalamnya ada api” (QS. Ath-Thur [52] ayat 6). Ketika ayat ini diturunkan, bangsa Arab tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalamnya ada api. Karena bangsa Arab kala itu hanya mengenal makna “sajara” sebagai menyalakan tungku pembakaran sehingga membuatnya panas atau mendidih.
                Ayat Al-Qur’an ini menjelaskan struktur bumi itu sendiri. Ini terbukti dengan teori pemisahan lantai laut (seafloor  spreading)  yang  menyebabkan magma di bawah kerak bumi keluar dengan tekanan yang kuat ke permukaan di bawah laut.
                Pada pertengahan tahun 1990-an, dua ahli geologi berkebangsaan Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Serikat, Rona Clint pernah meneliti tentang kerak bumi dan patahannya di dasar laut.
                Para ilmuwan tersebut, menyelam ke dasar laut sedalam 1.750 kilometer di lepas pantai Miami. Sbagovich bersama kedua rekannya menggunakan kapal selam canggih yang kemudian beristirahat di batu karang dasar laut. Di dasar laut itulah mereka dikejutkan dengan fenomena aliran air yang sangat panas mengalir ke arah retakan batu. Kemudian aliran air itu disertai dengan semburan lava cair panas menyembur layaknya api di daratan dan disertai debu vulkanik layaknya asap kebakaran di daratan. Tidak tanggung-tanggung panasnya suhu api vulkanis di dalam air tersebut ternyata mencapai 231 derajat Celcius.
                Mereka menemukan fakta bahwa fenomena alam itu terjadi akibat aliran lava vulkanis yang terjadi di dasar laut, layaknya gunung api bila di daratan. Dan kemudian mereka menemukan lebih banyak lagi gunung aktif di bawah laut yang tersebar di seluruh lautan.
                Sesungguhnya, Al-Qur’an telah menyebutkan fakta itu sejak 1.400 tahun yang lalu. Al-Qur’an menjelaskan api di dalam lautan dengan istilah “masjur”.

(Sumber : www.republika.co.id)

Manusia Bahagia, Bila.....



               Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata, untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati, untuk menyadari betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka diri, agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
                Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri sendiri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik,  justru selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
                Ada teman yang begitu dekat, namun tak diindahkan, karena memilih, menilai, dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, ingin selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, namun belum tentu dalam hal lain. Dicintai oleh satu orang belum tentu dicintai oleh orang yang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain dan mau menerima orang lain.
                Percayalah kepada Allah SWT, bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai banyak orang.
(Sumber : Motivasi.net)