Selasa, 12 Januari 2016

KAUNIYAH QT : FUNGSI GUNUNG



Gunung merupakan suatu bentuk permukaan tanah yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan tanah di sekelilingnya. Gunung memiliki lereng yang curam dan tajam bisa juga dikelilingi beberapa puncak atau pegunungan.
Dalam Al-Qur’an banyak referensi tentang hakekat dan kegunaan gunung-gunung, sebagaimana telah Allah SWT sampaikan dalam QS. An-Nahl [16] ayat 15 : “Dan Dia telah menegakkan di bumi gunung-gunung, supaya jangan sampai berguncang bersama kamu dan sungai-sungai serta jalan-jalan, supaya kamu dapat menemukan jalan ke tempat yang dituju”.
Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam kedua ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi. Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al-Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern. Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung.
Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi. Jadi, sebagaimana pasak yang digunakan untuk menahan atau mencencang sesuatu agar kokoh, gunung juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan kerak bumi. Gunung mencegah goyahnya tanah. Sebagaimana Allah SWT firmankan dalam QS. An-Naba ayat 6 - 7 : “Tidakkah Kami telah menjadikan bumi ini sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?”
Maksud dari ayat ini dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Ilmu bumi modern telah membuktikan bahwa gunung-gunung memiliki akar di dalam tanah dan akar ini dapat mencapai kedalaman yang berlipat dari ketinggian mereka di atas permukaan tanah. Jadi, kata yang paling tepat untuk menggambarkan gunung-gunung adalah kata “pasak” karena bagian terbesar dari sebuah pasak tersembunyi di dalam tanah, sebagaimana yang telah disebutkan Al-Qur’an lebih dari 1400 tahun lalu.
(Sumber: mhdhln.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar