Gunung merupakan suatu bentuk permukaan tanah yang jauh lebih
tinggi dibandingkan dengan permukaan tanah di sekelilingnya. Gunung memiliki
lereng yang curam dan tajam bisa juga dikelilingi beberapa puncak atau
pegunungan.
Dalam
Al-Qur’an banyak referensi tentang hakekat dan kegunaan gunung-gunung,
sebagaimana telah Allah SWT sampaikan dalam QS. An-Nahl [16] ayat 15 : “Dan Dia
telah menegakkan di bumi gunung-gunung, supaya jangan sampai berguncang bersama
kamu dan sungai-sungai serta jalan-jalan, supaya kamu dapat menemukan jalan ke
tempat yang dituju”.
Sebagaimana
terlihat, dinyatakan dalam kedua ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi
mencegah goncangan di permukaan bumi. Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh
siapapun di masa ketika Al-Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja
terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern. Menurut penemuan ini,
gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari
lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan
bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang
satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan
gunung.
Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk
perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang
menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan
bumi. Jadi, sebagaimana pasak yang digunakan untuk menahan atau mencencang
sesuatu agar kokoh, gunung juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan
kerak bumi. Gunung mencegah goyahnya tanah. Sebagaimana Allah SWT firmankan
dalam QS. An-Naba ayat 6 - 7 : “Tidakkah Kami telah menjadikan bumi ini sebagai
hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?”
Maksud dari
ayat ini dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak
bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik
pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak
bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara
lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku
yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Ilmu bumi
modern telah membuktikan bahwa gunung-gunung memiliki akar di dalam tanah dan
akar ini dapat mencapai kedalaman yang berlipat dari ketinggian mereka di atas
permukaan tanah. Jadi, kata yang paling tepat untuk menggambarkan gunung-gunung
adalah kata “pasak” karena bagian terbesar dari sebuah pasak tersembunyi di
dalam tanah, sebagaimana yang telah disebutkan Al-Qur’an lebih dari 1400 tahun
lalu.
(Sumber: mhdhln.blogspot.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar