Kamis, 12 Mei 2016

PEMBERDAYA DARI RAJAGALUH




                Tahun ini, hujan datang terlambat. Kata para cerdik pandai penyebabnya adalah El Nino, anomali gejala alam yang menghalangi terbentuknya awan hujan.
                Media cetak maupun elektronik sering memberitakan banyaknya upaya mempercepat datangnya hujan. Mulai dari yang paling profan dengan menebarkan garam di atas awan yang berpotensi hujan hingga yang paling sakral dengan memanjatkan do’a dan pengharapan penuh agar hujan cepat datang. Namun, hujan tetap terlambat datang.
                Bayangan air semakin sering terlihat di jalan raya. Lalu lalang kendaraan agak berkurang. Langkahnya berat namun pasti. Udara yang panas membuat tenaga cepat terkuras. Namun, topi biru yang baru ia dapatkan dapat mereduksi sedikit sengatan matahari pada kepalanya. Keringat membasahi tubuhnya. Seketika pikirannya melayang melintasi ruang dan waktu.
                Kejadian tujuh belas (17) tahun yang lalu, kembali menyergap ingatannya. Wanita paruh baya yang dipanggil ibu seperti sedang tertidur. Pulas tanpa beban. Dokter berkata bahwa dia hanya kelelahan. Sang ibu memang sangat keras bekerja. Dia dua kali lebih keras bekerja dibanding yang lain.
                Meskipun pekerja keras dia dua kali lebih cinta anak-anaknya dibanding ibu yang lain. Kekuatan, ketekunan dan cinta kasihnya seperti mesin pengganda yang selalu memberikan lebih dari yang umumnya ada.
                Kini dia terlihat seperti tertidur, pulas tanpa beban. Gumpalan bulir bening tak henti-henti mengalir dari kedua matanya. Ya, baru kali ini ia melihat sang ibu terlihat tak berdaya. Mulai detik itu, ia menguatkan hatinya, mengazamkan dirinya untuk berusaha dua kali lebih keras, untuk bermental dua kali lebih kuat, untuk bersikap dua kali lebih baik. Ia tak ingin membuat susah sang ibu.
                Pikirannya kembali ke masa sekarang. Seketika pasokan energi asupan semangat dan suntikan tekad telah masuk ke dalam dirinya dua kali lebih banyak. Langkahnya kian mantap. 160 pon massa tubuhnya tak terasa berat, ringan saja. Hobinya mengajar yang menurun langsung dari sang ibu, kini membuatnya dapat menopang hidupnya sekaligus hidup ibu dan tiga orang adiknya.
                Hujan boleh jadi terlambat datang. Namun, semangat untuk mencerdaskan orang lain tak boleh padam. Namanya Azmi Shidqi, 27 tahun. Pemberdaya dari Rajagaluh (Majalengka). Ia suka tertawa namun lebih sering termenung untuk memikirkan semesta.

KARAKTER RISALAH ISLAM

Oleh  : Ir. H. Muhammad Nuskhi, M.Si



Islam adalah risalah untuk semua zaman dan generasi, bukan risalah yang terbatas oleh masa atau generasi tertentu. Risalah Islam adalah ajaran Allah SWT yang disampaikan oleh Rasul dengan tujuan mengajak umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan berbuat ihsan (peduli dengan sesama dan alam raya).
                Karakter risalah Islam antara lain adalah bersifat universal dan tidak menyulitkan.
1. Universal
                Islam meliputi seluruh dunia, semua zaman, kehidupan dan berlaku sepanjang masa. Islam tidak terbatas pada bangsa maupun status sosial tertentu. Islam merupakan petunjuk dari Allah SWT bagi segenap manusia dan seluruh alam.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Furqan [25] ayat 1 yang artinya, “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam”.
                Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya para Rasul sebelumku diutus hanya kepada kaum mereka semata, sedangkan aku diutus kepada manusia seluruhnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Tidak menyulitkan
                Islam adalah agama yang mudah sesuai dengan fitrah manusia. Islam adalah agama yang tidak menyulitkan. Allah SWT menghendaki kemudahan kepada umat manusia dan tidak menghendaki kesusahan kepada manusia.
                Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 185 yang artinya, “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Dalam QS. Al-Hajj [22] ayat 78, Allah SWT berfirman, “Allah sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan”.
                Rasulullah SAW bersabda, “Agama yang lebih disukai oleh Allah adalah yang murni dan tidak sulit”.
                Kalau diperhatikan dengan seksama, setiap ibadah dalam Islam disediakan kemudahan-kemudahan. Sebagai contoh, shalat pada umumnya dilaksanakan dengan berdiri. Akan tetapi, bagi yang tidak mampu berdiri, ia boleh melakukannya dengan duduk, bahkan bisa dengan berbaring saja. Berbagai kemudahan agama itu diberikan oleh Allah SWT dengan tujuan dan maksud yang mulia. Pertama, memastikan agar manusia dapat menjalankan agama tanpa susah payah baik dari segi ruang atau waktu. Kedua, mendorong dan memotivasi manusia agar rajin dan semangat menjalankan risalah Islam, karena bisa dilakukan dengan mudah tanpa menyulitkan.
                Jika seorang muslim sudah bisa mengamalkan risalah Islam dengan baik dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan cara rajin beribadah kepada Allah dan berbuat ihsan (berbuat baik kepada sesama manusia dan alam raya) maka gelar taqwa akan diraihnya.
 

PENGGULIRAN BANTUAN PENDIDIKAN LAZIS QT

                Sebagai salah satu lembaga amil zakat infaq dan shodaqoh di wilayah Purwokerto dan sekitarnya, LAZIS QT berkomitmen untuk bersama-sama menggerakkan peradaban islami di wilayah barat daya Jawa Tengah ini kearah yang lebih baik. salah satu caranya adalah dengan mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi handal, berakhlaq mulia dan tetap selalu dekat dengan Tuhannya.
                Setelah berjalan hampir sewindu, LAZIS QT kembali mengadakan pengguliran Beasiswa bagi siswa berprestasi namun kurang mampu. beasiswa yang diadakan tiap semester ini mampu menjaring siswa berprestasi yang kemudian dibina agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai hal provan dan transendental. pembinaan rutin yang dilakukan oleh LAZIS QT ini dilaksanakan tiap pekan pada hari Ahad mulai pukul 8.00 pagi sampai dengan pukul 11.00. para penerima beasiswa ini disatukan dengan siswa bimbingan non beasiswa yang kemudian dibekali materi tentang pelajaran-pelajaran yang dianggap sulit di sekolah. Selain itu pula, mereka dibekali dengan pembiasaan dan pengetahuan tentang islam yang rahmatan lil'alamiin. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah untuk mencetak generasi yang cerdas dalam mengelola alam serta berpegang teguh pada akhlaq Islami, sehingga mampu merealisasikan negeri yang aman, subur dan makmur dalam lindungan Tuhan Yang Maha Pengampun. 
                Dalam periode pertama tahun 2016 ini LAZIS QT telah menggulirkan dana bantuan pendidikan kepada siswa/i di Purwokerto dan sekitarnya mulai dari SD hingga Perguruan tinggi. Prosesinya dilaksanakan di Kantor LAZIS QT pada tanggal 16-19 Februari 2016. Bersamaan dengan itu pula diadakan Bazar pakaian murah bagi para orang tua penerima beasiswa.
                Beasiswa ini tidak diberikan langsung pada sekolah, namun diberikan pada orang tua siswa. Hal ini bertujuan untuk melatih para oranı tua untuk bertanggung jawab dalam mengelola dana beasiswa tersebut. Hal ini telah berjalan lebih dari enam tahun dan para orang tua pun menjadi lebih bertanggung jawab khususnya kepada pendidikan putra/putri mereka.