Islam adalah risalah untuk semua zaman dan generasi, bukan
risalah yang terbatas oleh masa atau generasi tertentu. Risalah Islam adalah
ajaran Allah SWT yang disampaikan oleh Rasul dengan tujuan mengajak umat
manusia untuk menyembah Allah SWT dan berbuat ihsan (peduli dengan sesama dan
alam raya).
Karakter
risalah Islam antara lain adalah bersifat universal dan tidak menyulitkan.
1. Universal
Islam
meliputi seluruh dunia, semua zaman, kehidupan dan berlaku sepanjang masa.
Islam tidak terbatas pada bangsa maupun status sosial tertentu. Islam merupakan
petunjuk dari Allah SWT bagi segenap manusia dan seluruh alam.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Furqan [25] ayat 1 yang
artinya, “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada
hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam”.
Rasulullah
SAW bersabda, “Sesungguhnya para Rasul sebelumku diutus hanya kepada kaum mereka
semata, sedangkan aku diutus kepada manusia seluruhnya”. (HR. Bukhari dan
Muslim)
2. Tidak menyulitkan
Islam
adalah agama yang mudah sesuai dengan fitrah manusia. Islam adalah agama yang
tidak menyulitkan. Allah SWT menghendaki kemudahan kepada umat manusia dan
tidak menghendaki kesusahan kepada manusia.
Allah
SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 185 yang artinya, “Allah
menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Dalam
QS. Al-Hajj [22] ayat 78, Allah SWT berfirman, “Allah sekali-kali tidak
menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan”.
Rasulullah
SAW bersabda, “Agama yang lebih disukai oleh Allah adalah yang murni dan tidak
sulit”.
Kalau
diperhatikan dengan seksama, setiap ibadah dalam Islam disediakan kemudahan-kemudahan.
Sebagai contoh, shalat pada umumnya dilaksanakan dengan berdiri. Akan tetapi,
bagi yang tidak mampu berdiri, ia boleh melakukannya dengan duduk, bahkan bisa
dengan berbaring saja. Berbagai kemudahan agama itu diberikan oleh Allah SWT
dengan tujuan dan maksud yang mulia. Pertama, memastikan agar manusia dapat
menjalankan agama tanpa susah payah baik dari segi ruang atau waktu. Kedua,
mendorong dan memotivasi manusia agar rajin dan semangat menjalankan risalah
Islam, karena bisa dilakukan dengan mudah tanpa menyulitkan.
Jika
seorang muslim sudah bisa mengamalkan risalah Islam dengan baik dalam kehidupan
sehari-hari yaitu dengan cara rajin beribadah kepada Allah dan berbuat ihsan
(berbuat baik kepada sesama manusia dan alam raya) maka gelar taqwa akan
diraihnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar